Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
berselempang semangat yang tak bisa mati.
Maju.
Serentak menyerbu.
Terjang.
Tak gentar.
Hidup hanya menunda kekalahan.
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah.
